Statistik dan Sepak Bola

Dalam beberapa tahun belakangan ini kita semakin familiar dengan penerapan statistik dalam sepak bola, terutama jika kita berbicara sepak bola liga top Eropa. Preview dan review pertandingan hampir selalu mencantumkan data statistik. Mulai dari penguasaan bola rata-rata sebuah klub, shot on goal, sejarah pertemuan kedua tim yang akan bertanding, dan lainnya.

Di jejaring sosial twitter sudah semakin banyak akun yang membahas mengenai statistik dalam sepak bola. Sebut saja Opta yang mengcover semua liga top Eropa mulai dari Inggris, Spanyol, Italia, Jerman, Prancis, maupun Belanda. Masih ada pula Whoscored, Infostrada, dan lain sebagainya. Dari dalam negeri ada pula Lab Bola yang mendata pertandingan liga Eropa maupun dalam negeri. Ada pula Mengbal yang khusus mendata dan menganalisis permainan Persib Bandung. Sederhananya, statistik dan sepak bola kini semakin terkait erat.

Sebelum melangkah lebih jauh ada baiknya kita mengetahui konsep statistik maupun statistika. Jadi, statistika ini merupakan ilmu tentang pengolahan dan analisis suatu data hingga penarikan kesimpulan dari data itu. Sementara statistik adalah hasil penganalisaan data. Ada dua macam statistika. Pertama, statistika deskriptif yang berkenaan dengan deskripsi data, caranya dengan merangkum sejumlah besar informasi kuantitatif (numerik). Kedua, statistika inferensial, yang merupakan pengujian hipotesis hingga melakukan pengambilan keputusan berdasarkan analisis data.

Dengan adanya analisis data inilah, data angka bisa dipergunakan untuk memberi masukan kepada pelatih maupun pemain bagaimana untuk meningkatkan performa mereka. Sementara bagi fans sepak bola, deretan angka statistik bisa membuat kita bisa lebih memahami jalannya pertandingan maupun tetap tahu bagaimana pertandingan berlangsung meskipun tidak menyaksikannya secara langsung. Orang yang tidak menonton pertandingan antara Manchester United dengan Real Madrid bisa ikut berbicara bahwa Real Madrid lebih menguasai pertandingan karena dari ball possession dan shots on goal mereka lebih banyak.

Lantas mulai kapan statistik mulai dipergunakan dalam sepak bola? Tidak ada data resmi yang menyatakan siapa orang yang mulai mengaplikasikan ilmu statistik ke sepak bola. Namun, Valeriy Lobanovsky bisa dibilang merupakan pionir pendekatan ilmiah ini ke dalam sepak bola pada dekade 1970an ketika dirinya mengarsiteki Dynamo Kyiv dan USSR. Lobanovskiy bekerjasama dengan ilmuan dan peneliti Uni Soviet kala itu untuk melakukan pendataan performa pemain yang bertujuan merumuskan strategi, memilih pemain terbaik, memperkuat performa tim, hingga menyusun program latihan yang tepat. Berkat kejeniusannya ini, hingga kini Lobanovsky dikenang sebagai salah satu pelatih terbaik yang pernah ada dan memberi manfaat besar bagi sepak bola.

Kemudian, secara institusi, FIFA mulai memperkenalkan aplikasi teknologi dan science pasca Piala Dunia 1982 di Spanyol. Di Jerman pun mulai membangun laboratorium sepak bola pada tahun 1984. Tujuan dan caranya tidak jauh berbeda dengan yang telah dilakukan oleh Lobanovsky.

Tidak boleh dilupakan pula adalah berdirinya International Federation of Football History&Statistics (IFFHS). IFFHS ini merupakan organisasi yang diakui oleh FIFA yang bertujuan untuk mencatat sejarah-sejarah sepak bola di dunia. Organisasi ini didirikan pada 27 Maret 1984 di Leipzig, Jerman, oleh Dr. Alfredo Poge. IFFHS kini beroperasi di Bonn, Jerman. Organisasi ini pada awal berdiri hingga tahun 2002 memiliki majalah Fusball-Weltzeitschrift, Libero Spezial Deuthc, dan Libero International yang terbit setiap tiga bulan. Karena berbagai alasan majalah tidak lagi terbit dan hanya tersedia dalam versi online di website resmi IFFHS. Saat ini organisasi ini berkonsentrasi pada pemeringkatan rangking dunia klub sepak bola dari semua konfederasi. Mereka melakukan ini pertama kali pada tahun 1991 dan menerbitkan rangkingnya setiap bulan. Termasuk pula merangking pemain sepak bola.

Telah banyak pelatih dan manajer saat ini memakai statistik sebagai salah satu acuan utama untuk merumuskan strategi tim, termasuk pula melakukan belanja pemain. Arsene Wenger melihat rekam jejak Patrick Viera mulai dari Cannes ketika memutuskan mentransfernya dari AC Milan. Tanpa catatan statistik yang mengkilap, tentu jarang pelatih yang bersedia mengontrak pemain yang hanya bermain dua kali. Hasilnya, Patrick Viera menjadi pemain berpengaruh bagi Arsenal selama rentang waktu 1996-2005.

Ketika membeli Mathieu Flamini dari Olympique Marsielle yang diproyeksikan sebagai suksesor Viera, Wenger terkesan dengan rataan larinya setiap pertandingan yang mencapai 14km. Tentunya Flamini tidak hanya asal berlari, melainkan berlari ke arah yang benar untuk melakukan covering area dan bisa memainkan bola.

Guna mendukung kinerja pelatih dan jajarannya, klub pun kini sudah menjalin kerjasama dengan penyedia layanan statistik. Opta sudah bermitra dengan klub besar seperti Chelsea. Mereka menyediakan data yang dibutuhkan oleh klub sekaliber Chelsea. Pada umumnya, penyedia jasa ini memiliki cara kerja yang terdiri dari tiga hal utama, yakni pencatatan (match recorder), pengelolaan (database management), dan analisis statistik (analyzer). Klub membutuhkan data untuk memberi supply data bagi pelatih guna meracik strategi dan memantau permainan calon lawan. Pre match scout atau asisten pelatih yang membuat analisis permainan calon lawan mengisi laporannya dengan banyak data statistik.

Bagaimanapun, statistik bukanlah segalanya. Statistik hanyalah satu bagian saja dalam sepak bola untuk keperluan peningkatan performa maupun mewaspadai lawan. Sebagai contoh, pertandingan Tottenham Hotspurs melawan Newscastle United beberapa waktu lalu. Gareth Bale sebelum pertandingan itu hanya mencetak 2 dari 11 golnya musim ini di luar White Hart Line. Dengan catatan seperti itu jelas Bale tidak perlu diwaspadai, kasarnya “biarkan Bale menembak sesering mungkin pun dia sulit mencetak gol” begitu kata statistik. Namun, pertandingan berkata lain, Bale yang menembak empat kali tepat ke arah gawang, dua diantaranya menembus gawang tim tamu yang dijaga oleh Tim Krull. Bale mematahkan analisis statistik bahwa dirinya akan mandul di kandang sendiri.

Berbicara mengenai statistik memang selalu menyenangkan. Apalagi kini data semakin mudah kita peroleh di tengah era keterbukaan dan kemudahan akses seperti sekarang ini. Tinggal kini bagaimana kita pandai untuk membaca hasil statistik dan syukur-syukur bisa kita terapkan di Indonesia, tempat dimana belum banyak klub maupun timnasnya memandang serius mengenai statistik. Padahal kita pernah berjaya dengan merebut emas Sea Games Manila 1991 di bawah arahan Anatoly Polosin yang menggembleng latihan fisik keras yang dibarengi dengan pencatatan statistik setiap pemain.

 

Oleh Sirajudin Hasbi

About stcmalang

Kami Lahir, sebagai lembaga training statistik yang melayani Mahasiswa S1, S2 dan S3.Berdiri sejak 1997,Lembaga ini di gawangi oleh Arif Kamar Bafadal, S.Si. M.Si Alamat Kantor : Jalan Soekarno Hatta DR 09 Malang Telp.(0341) 8424 000 Motto kami: Belajar Mengolah Data Mulai Dari Nol Semua Pasti Bisa Mengolah Data Sendiri
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s