TINGKAT SIGNIFIKANSI DAN 10 BUNGKUS BERAS

error1Pada saat mengajar di kelas untuk topik pengujian hipotesis, salah satu diantaranya adalah penjelasan tentang nilai alpha. Nilai alpha adalah besaran tingkat kesalahan yang harus ditetapkan untuk mengambil keputusan. Besaran nilai ini yang paling sering dipakai adalah 0,05 atau 5%. Maknanya adalah dalam setiap pengambilan keputusan dari suatu uji statistik tidak akan pernah benar 100%, akan selalu ada kesalahan. Nah, pada tingkat kesalahan berapa sebuah kesimpulan akan diambil, maka sangat tergantung pada nilai alpha.

Timbul pertanyaan, mengapa harus dengan kesalahan yang begitu kecil untuk menyatakan bahwa dua hal memiliki rata-rata yang berbeda, atau menyatakan bahwa sebuah variabel berpengaruh (berhubungan) dengan variabel lain? Jawabannya adalah karena hasil analisis yang diperoleh dari informasi sampel akan digunakan untuk populasi. Apabila hasil uji statistik menyatakan bahwa rata-rata kedua kelompok berbeda signifikan pada alpha 0,05, memberikan makna bahwa pada 100 kejadian, akan didapatkan kemungkinan bahwa 95 kali akan diperoleh hasil perbandingan yang berbeda, sedangkan yang 5 kali adalah tidak berbeda. Berikut ini akan saya tuliskan makna tingkat kesalahan ini lewat transaksi pembelian beras dari seorang pemasok dengan pedagang beras.

Seorang pemasok menawari seorang pedagang beras berskala besar. Pemasok mengatakan bahwa ia mempunyai stok beras yang berkualitas baik. Akan tetapi bagi si padagang tidak akan mudah begitu saja pada ucapan si pemasok. Dia minta dikirimkan 10 kantong berukuran 5 kiloan untuk dilakukan tes. Maka dikirimkanlah oleh si pamasok 10 kantong beras. Selanjutnya dilakukan pemeriksaan dengan membuka isi kantong beras untuk memastikan bahwa beras yang akan dijual adalah berkualitas, tidak bau, tidak berrkutu, tidak pecah dan berbagai attribut yang menyatakan sebagai beras berkualitas rendah.

Hasil pemeriksaan, ternyata dari10 kantong, ada 2 kantong yang terbukti cacat. Dan si pedagang mengatakan kepada si pamasok bahwa ia tidak jadi membeli beras darinya. Si pemasok balik bertanya, bukankah dari 10 kantong itu masih ada 8 kantong yang berisi beras berkualitas baik? Si padagang menjawab, bahwa ia akan membeli beras dalam skala besar (berton-ton). Sementara informasi dari sampel menyatakan bahwa ada 20% beras dalam kondisi berkualitas rendah. Hal ini memang tidak akan menjadi masalah besar apabila hanya terkait dengan 10 kantong beras. Akan tetapi, ini menjadi masalah besar bila berhubungan dengan 10 ton beras. Apabila si pedagang jadi membeli beras tersebut, maka dia harus bersiap-siap dengan resiko mendapatkan 2 ton beras berkualitas rendah.

Itulah sebabnya dalam pengujian statistik tingkat kesalahan yang ditetapkan memiliki besaran yang sangat rendah, sebagai uoaya bahwa kesimpulan yang diberlakukan pada populasi akan dapat memberikan jaminan informasi yang kuat.

About stcmalang

Kami Lahir, sebagai lembaga training statistik yang melayani Mahasiswa S1, S2 dan S3.Berdiri sejak 1997,Lembaga ini di gawangi oleh Arif Kamar Bafadal, S.Si. M.Si Alamat Kantor : Jalan Soekarno Hatta DR 09 Malang Telp.(0341) 8424 000 Motto kami: Belajar Mengolah Data Mulai Dari Nol Semua Pasti Bisa Mengolah Data Sendiri
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s