SUMBANGAN ALA STATISTIKA

salam-kerjasamaIstilah sangat sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. Sumbangan artinya partisipasi atau keikutsertaan sehingga apa yang disumbang itu akan mempunyai jumlah yang semakin banyak.

Dalam ilmu statistika sumbangan ini mempunyai berbagai sebutan seperti : bobot, koefisien, loading dan weight atau mungkin ada sebutan lain yang sedang berkembang.

Mempelajari besar sumbangan dari masing-masing faktor penentu terhadap sesuatu hal adalah sangat menarik. Dan tentu saja proses untuk menaksir besar sumbangan ini harus dipilih secara tepat. Dua metode bersifat analitik yang sering dijumpai adalah metode Least Square dan Maximum Likelihood.

Pada aplikasi pemodelan, taksiran terhadap nilai sumbangan ini terbagi atas dua bagian yaitu : (1) unstandardized coefficient dan (2) standardized coefficient. Keduanya mempunyai penerapan yang berbeda.

Unstadardized coefficient adalah hasil taksiran sumbangan yang mengarah kepada “besarannya”. Sebagai contoh bila pada hubungan jumlah karyawan dengan produksi mempunyai koefisien sebesar 10, maka nilai 10 diinterpretasikan bahwa rata-rata jumlah produksi akan bertambah 10 unit pada setiap penambahan 1 orang karyawan. Akan tetapi koefisien ini tidak dapat diperbandingkan karena sifat pengaruh yang ditimbulkan terikat dengan satuan variabel tersebut.

Apabila dalam hubungan terhadap produksi tambahkan variabel waktu kerja mesin dan mempunyai koefisien sebesar 15, maka nilai 15 diinterpretasikan bahwa rata-rata jumlah produksi akan bertambah 15 unit pada setiap penambahan waktu kerja mesin sebanyak 1 jam. Efek pertambahan produksi sebanyak 10 unit untuk penambahan 1 karyawan dan 15 unit untuk penambahan 1 jam kerja mesin tidak dapat dibandingkan karena 1 orang karyawan tidak setara dengan 1 jam waktu kerja mesin.

Perbandingan ini dapat dilakukan dengan menggunakan nilai standardized coefficient. Istilah standardized secara sederhana diartikan “disetarakan”. Proses penyetaraan dalam ilmu statistik akan melibatkan unsur nilai rata-rata (mean) dan simpangannya (standard deviasi). Konversi dari unstandardized coefficient menjadi standardized coefficient tidak selalu linier. Dengan kata lain, tidak selalu koefisien terbesar pada unstandardized coefficient juga akan menghasilkan standardized coefficient yang paling besar pula.

Standardized coefficient adalah hasil taksiran sumbangan yang mengarah kepada “kekuatannya” dalam menjelaskan keragaman (variasi) variabel terikat (endogen). Sebagai contoh, apabila dalam hubungan karyawan dan waktu kerja mesin terhadap produksi menghasilkan standardized coefficient secara berturut-turut sebesar 0,5 dan 0,3 maka diartikan bahwa kekuatan pengaruh yang bersumber dari karyawan adalah lebih kuat dibandingkan dengan waktu kerja mesin.

About stcmalang

Kami Lahir, sebagai lembaga training statistik yang melayani Mahasiswa S1, S2 dan S3.Berdiri sejak 1997,Lembaga ini di gawangi oleh Arif Kamar Bafadal, S.Si. M.Si Alamat Kantor : Jalan Soekarno Hatta DR 09 Malang Telp.(0341) 8424 000 Motto kami: Belajar Mengolah Data Mulai Dari Nol Semua Pasti Bisa Mengolah Data Sendiri
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s